BATUSANGKAR/ 16 JULI 2026

Fakultas Syariah UIN Mahmud Yunus Batusangkar terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring kemitraan dan merealisasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Bertempat di Ruang Pertemuan Rektorat UIN Mahmud Yunus Batusangkar pada Kamis (16/7), berlangsung prosesi penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (Memorandum of Agreement/MoA) antara UIN Mahmud Yunus Batusangkar bersama Fakultas Syariah dengan Dewan Pimpinan Pusat Sulik Aia Sepakat (DPP SAS).

Kerja sama yang mencakup penguatan ilmu hukum, ekonomi syariah, dan pemberdayaan masyarakat ini dihadiri oleh jajaran pimpinan tertinggi kedua belah pihak. Kemitraan ini diharapkan tidak hanya menjadi kesepakatan di atas kertas, tetapi juga melahirkan aksi nyata yang berdampak langsung bagi akademisi dan masyarakat luas.

Terbukanya pintu kerjasama ini berawal dari inisiatif kegiatan sosialisasi yang dilakukan oleh Tim Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan Fakultas Syariah UIN Mahmud Yunus Batusangkar ke Nagari Sulit Air beberapa waktu lalu. Langkah tersebut disambut hangat oleh DPP SAS hingga bermuara pada kunjungan balasan jajaran pengurus pusat SAS ke Kampus UIN Mahmud Yunus Batusangkar.

Ketua Umum DPP SAS periode 2026–2030, H. Nasferi Anwar, S.H., M.M., mengungkapkan rasa syukurnya atas terwujudnya kerja sama ini. Ia membeberkan bahwa rencana kemitraan dengan UIN Mahmud Yunus Batusangkar sebenarnya telah dirintis sejak lama. “Niat untuk menjalin kerja sama ini sebenarnya sudah kita mulai sejak sebelum tahun 2019. Namun, akibat melandanya pandemi COVID-19 beberapa tahun lalu, rencana ini sempat tertahan sementara,” terang Nasferi.

“Melalui kunjungan silaturahmi Tim Sosialisasi Fakultas Syariah baru-baru ini ke daerah Sulik Aia, ditambah dengan semangat baru dari jajaran kepengurusan DPP SAS periode 2026–2030, kami bertekad membangkitkan kembali komitmen ini. Alhamdulillah, niat baik ini disambut dengan sangat terbuka oleh pimpinan UIN MY Batusangkar maupun Fakultas Syariah,” tambahnya”.

Hadir mendampingi Ketua Umum SAS, Dr. Addiarrahman selaku Ketua Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Pengembangan DPP SAS, menegaskan bahwa ruang lingkup kolaborasi ini memiliki potensi yang sangat besar. Mengingat jaringan perantau Sulit Air yang sangat kuat dan terorganisasi, kerja sama ini dinilai menjadi jembatan strategis bagi kedua belah pihak.

“Kerja sama ini tidak boleh hanya tertumpu pada satu bidang saja. Saat ini, DPP SAS telah memiliki 114 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia hingga mancanegara. Khusus dengan Fakultas Syariah, ada banyak program konkret yang bisa kita optimalkan,” jelas Dr. Addiarrahman.

Beberapa poin strategis yang disiapkan dalam MoA tersebut meliputi: Penerimaan Mahasiswa Baru & Beasiswa: Membuka peluang akses pendidikan tinggi hukum dan ekonomi syariah yang lebih luas bagi generasi muda nagari. Penguatan Bantuan Hukum: Pengabdian masyarakat melalui Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Fakultas Syariah untuk memberikan advokasi dan edukasi hukum bagi warga. Pengembangan Wakaf dan Ekonomi Syariah: Kolaborasi riset dan optimalisasi tata kelola badan wakaf serta potensi ekonomi syariah berbasis masyarakat perantau. Pelatihan Jurnalistik dan Literasi Media: Pembinaan sumber daya manusia dalam bidang publikasi dan literasi digital, dan hal lainnya.

Apresiasi Rektorat: Solidaritas Perantau dan Kearifan Lokal yang Luar Biasa

Jajaran Rektorat UIN Mahmud Yunus Batusangkar menyambut penuh hangat kehadiran rombongan DPP SAS. Turut hadir secara langsung Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan Prof. Dr. Suswati Hendriani, M.Pd., Wakil Rektor II Bidang Keuangan dan Administrasi Umum Dr. H. Eficandra, S.Ag., M.Ag., serta Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Irman, S.Ag., M.Pd.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor III, Dr. Irman, S.Ag., M.Pd., menyampaikan apresiasi yang mendalam terhadap eksistensi dan kontribusi nyata organisasi Sulik Aia Sepakat.

“Ikatan emosional dan kearifan lokal yang terjalin antara perantau Sulit Air dengan masyarakat di kampung halaman sungguh luar biasa. Ikatan ini melahirkan solidaritas sosial yang sangat kuat, yang terbukti dari berbagai program kemajuan seperti pembangunan infrastruktur, bantuan pendidikan, hingga layanan kesehatan,” ungkap Dr. Irman.

Dr. Irman juga membagikan pengalamannya saat berkunjung langsung ke daerah Sulit Air. “Saya menyaksikan sendiri betapa megahnya fasilitas ibadah di sana, lengkap dengan sistem dokumentasi edukasi di dalam masjid yang tertata dengan sangat rapi dan modern. Ini menunjukkan tata kelola organisasi yang luar biasa,” puji beliau.

FASYA Siap ‘Jemput Bola’ Maksimalkan Implementasikan Kerja Sama

Dari jajaran Fakultas Syariah, acara ini dihadiri oleh Dekan Prof. Dr. Nofialdi, M.Ag., Wakil Dekan I Dr. Elsy Renie, M.Ag., Wakil Dekan II Dr. David, S.Ag., M.Pd., serta sejumlah dosen dan tenaga kependidikan (tendik).

Menanggapi besarnya potensi kolaborasi ini, Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. Nofialdi, M.Ag., menegaskan bahwa Fakultas Syariah tidak akan membiarkan dokumen kerja sama ini berhenti pada tataran seremonial semata.

“Setelah penandatanganan ini, kita akan langsung memperbanyak interaksi dan komunikasi intensif. Banyak program dan rencana strategis yang saling menguntungkan (win-win solution) antara SAS dan Fakultas Syariah yang harus segera diwujudkan. Kami di Fakultas Syariah siap ‘jemput bola’ untuk mengaplikasikan setiap poin MoA dan MoU ini ke dalam tindakan nyata,” tegas Prof. Nofialdi.

Ditutup Diskusi Akademis hingga Senja

Suasana penuh kekeluargaan sangat terasa sepanjang jalannya acara. Usai penandatanganan berkas kerja sama, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi akademis dan perbincangan isu sosial-keagamaan yang hangat antara pimpinan universitas, pengurus fakultas, serta pengurus DPP SAS.

Pertukaran gagasan mengenai pembangunan pendidikan dan kemasyarakatan berkemajuan tersebut berlangsung mengalir dan akrab hingga tak terasa senja mulai menutup pertemuan sore itu—menandai dimulainya babak baru sinergi antara UIN Mahmud Yunus Batusangkar dan DPP Sulik Aia Sepakat. (Haris)