BATUSANGKAR – Institusi pendidikan tinggi masa kini dituntut untuk tidak sekadar menjadi “menara gading” pencetak sarjana, melainkan harus mampu menjadi jembatan yang menghubungkan dunia akademik dengan realitas kebutuhan industri. Menjawab tantangan tersebut, Fakultas Syariah UIN Mahmud Yunus Batusangkar mengambil langkah progresif dengan menyelenggarakan kegiatan Diskusi Ilmiah Dosen pada Selasa (19/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung Kuliah Terpadu (GKT) Kampus II ini mengangkat tema yang sangat krusial bagi masa depan lulusan, yakni “Menyelaraskan Kurikulum Program Studi Hukum Ekonomi Syari’ah (HES) dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri Kerja (DUDIKA)”.
Diskusi ilmiah ini secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Prof. Dr. Suswati Hendriani, M.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi inisiatif Fakultas Syariah dalam merespons dinamika dunia kerja yang bergerak sangat cepat. “Penyelarasan kurikulum atau link and match antara kampus dan dunia kerja adalah sebuah keharusan. Kita harus memastikan capaian pembelajaran lulusan (CPL) kita relevan dengan kompetensi yang dicari oleh pasar kerja, khususnya di sektor ekonomi dan keuangan syariah yang terus berkembang, karenanya dosen dan mahasiswa harus memanfaatkan kegiatan ini dengan sebaiknya,” tutur Prof. Suswati.
Acara bergengsi ini juga dihadiri langsung oleh Wakil Rektor II, Dr. H. Eficandra, S.Ag.,M.Ag., jajaran pimpinan FASYA, Dosen, Tenaga Kependidikan (Tendik), serta mahasiswa Fakultas Syariah khususnya mahasiswa program studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) yang tampak antusias mengikuti jalannya pemaparan materi hingga selesai.

Menghadirkan Pakar Nasional Hukum Ekonomi Syariah
Guna membedah tema tersebut secara komprehensif, Fakultas Syariah menghadirkan narasumber utama yang memiliki rekam jejak mumpuni di tingkat nasional, yaitu Assoc. Prof. Dr. H. Abdul Mujib, M.Ag. Beliau merupakan akademisi senior dari Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, sekaligus menduduki posisi strategis sebagai Ketua Umum Perkumpulan Program Studi Hukum Ekonomi Syariah se-Indonesia.
Dalam paparannya, Assoc. Prof. Abdul Mujib membedah anatomi kurikulum HES saat ini dan mengidentifikasi celah perbedaan teori di ruang kelas dengan praktik di lapangan. Beliau menekankan bahwa era modern menuntut sarjana HES untuk memiliki literasi ganda: menguasai hukum Islam (fikih muamalah) secara mendalam, sekaligus cakap dalam merespons inovasi bisnis modern seperti financial technology (fintech) syariah, industri halal, hingga arbitrase syariah.
“Kurikulum kita harus adaptif. Mahasiswa tidak hanya butuh dijejali teori klasik, tetapi juga studi kasus empiris dari dunia usaha. Selain itu, penguatan program magang yang terstruktur dan bersertifikasi di lembaga keuangan syariah, perbankan, maupun perusahaan rintisan (startup) halal harus menjadi bagian integral dari kurikulum,” papar Assoc. Prof. Abdul Mujib.
Lebih lanjut, beliau juga membagikan praktik terbaik (best practices) dari Perkumpulan Prodi HES nasional dalam menjalin kemitraan strategis dengan berbagai asosiasi industri dan lembaga sertifikasi profesi. Tertarik dengan antusias mahasiswa, Prof. Abdul Mujib, memberikan jadwal kepada HMPS Hukum Ekonomi Nasional untuk membuat Seminar Nasional.

Momentum Rekonstruksi dan Tindak Lanjut
Antusiasme peserta terlihat pada sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para dosen berdiskusi mengenai pembaruan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), sementara para mahasiswa banyak menggali informasi mengenai persiapan karier dan kompetensi tambahan (sertifikasi profesi) yang perlu mereka miliki sebelum lulus.
Sementara itu, Dekan Fakultas Syariah Prof. Dr. Nofialdi.,M.Ag dalam amanatnya menegaskan pentingnya rencana tindak lanjut (follow-up) yang konkret dari kegiatan diskusi ilmiah ini. Beliau menekankan bahwa acara ini tidak boleh hanya berhenti sebagai forum seremonial semata. Selain itu Prof. Nofialdi menyampaikan Apresiasi kepada Wakil Dekan Bidang Akademik dan kelembagaan Dr. Elsy Renie, M.Ag., dan Rekan-rekan Dosen dan Tendik FASYA yang telah mempersiapkan kegiatan ini dengan sebaik mungkin.
Dalam kesempatan lain setelah kegiatan pembukaan, Prof. Nofialdi menjelaskan “Kegiatan ini haruslah menjadi momentum strategis bagi Fakultas Syariah, khususnya Program Studi HES, untuk segera melakukan penguatan terhadap persiapan akreditasi HES yang akan segera tiba. “Kita memiliki komitmen kuat untuk memastikan bahwa lulusan Fakultas Syariah UIN Mahmud Yunus Batusangkar bukan sekadar pencari kerja (job seeker), melainkan talenta profesional dan pencipta lapangan kerja (job creator) yang kehadirannya ditunggu dan diandalkan oleh dunia usaha dan industri,” pungkasnya. (Haris/Editor).